Kehadiran anyaman Eceng Gondok nampaknya bisa menjadi solusi buat kamu yang mulai bosan dengan produk anyaman yang gitu-gitu aja. Dari segi apapun, Eceng Gondok bisa menjadi sebuah karya atau pun produk yang mempunyai prospek yang cukup gemilang.
Photo : istockphoto
Bahan yang sangat melimpah membuat anyaman Eceng Gondok bisa dibuat untuk kerajinan yang tak terbatas. Selain itu, bahannya yang alami membuatnya sangat banyak digemari dari pada produk anyaman lain yang terbuat dari plastik ataupun lainnya.
Di Indonesia sendiri, anyaman Eceng Gondok sudah menjadi produk kerajinan yang sudah populer dan bahkan sudah merambah ke pasar mancanegara. Detailnya, mari kita simak ulasannya di bawah ini.
Seperti yang sudah kita ketahui, eceng gondok adalah tanaman yang hidup di perairan dan sering dianggap sebagai gulma. Bahkan, ekspansinya dinilai mengganggu ekosistem.
Namun, saat ini sudah banyak yang mengubah pandangan negatif eceng gondok ini menjadi karya seni yang memukau. Ini adalah alasan kenapa menggunakan eceng gondok sebagai bahan untuk membuat berbagai kerajinan.
Pemanfaatan eceng gondok sebagai kerajinan tangan merupakan salah satu cara yang ramah lingkungan. Dengan mengurangi populasi tumbuhan ini di perairan, kita turut membantu menjaga keberlanjutan lingkungan. Menggunakan bahan baku yang berasal dari alam juga memiliki nilai artistik yang tinggi.
Serat eceng gondok yang kuat dan fleksibel memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan berbagai macam produk dengan desain yang menarik. Mulai dari tas, dompet, hiasan dinding, hingga keranjang. Semuanya dapat dibuat dengan menggunakan bahan dasar eceng gondok.
Dengan memanfaatkan eceng gondok yang terkadang menjadi permasalahan di perairan, kita mencegah penyebarannya yang berlebihan. Kita dapat berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menciptakan produk kerajinan yang unik.
Photo : istockphoto
Selain bahannya yang melimpah, serat unik dari eceng gondok ini bisa membuat tumbuhan hama ini dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk. Mulai dari tas, keranjang buah, sandal dan lain sebagainya.
Tas jinjing dari eceng gondok yang polos, tanpa puring, jahitan, atau penutup, telah dikenal hingga pasar internasional. Dengan penambahan penutup yang simpel, tas ini terlihat lebih manis dan elegan.
Gantilah keranjang buah biasa dengan keranjang dari eceng gondok. Warna alami eceng gondok membuatnya cocok diletakkan di meja makan dan memberikan tampilan yang cantik dan unik.
Alas gelas dari eceng gondok berbentuk bulat dan unik. Selain estetik, sensasi minum pun lebih asik dengan alas gelas ini.
Tambahkan lampu meja dari eceng gondok untuk gaya vintage yang elegan. Warna netral eceng gondok dengan gagang kayu cocok diletakkan di ruang tamu atau ruang keluarga.
Tudung saji dari eceng gondok bisa jadi pilihan yang tepat untuk membuat meja makan tampak lebih unik dan menarik. Kamu juga bisa memberikan warna lain dengan memberi pewarna pada eceng gondok, agar tidak terkesan polos.
Kamu bisa menyulap eceng gondok menjadi sandal rumahan atau sandal yang biasa dipakai di dalam ruangan. Terlebih, sandal dari eceng gondok ini cukup awet dan tidak kalah dengan sandal dari bahan lainnya.
Anyaman dari eceng gondok juga dapat berupa topi, lho. Apakah kamu sudah pernah melihat topi dari eceng gondok? Topi ini bisa menjadi aksesori unik yang ramah lingkungan.
Langkah pertama adalah pengumpulan eceng gondok. Untuk skala kecil, kamu bisa mencari eceng gondok di tepi sungai. Tapi, untuk skala besar, biasanya engrajin bisa meminta tolong kepada masyarakat di tepi sungai untuk mengumpulkan eceng gondok dan diberikan imbalan yang sesuai.
Selanjutnya, adalah tahap pencucian agar bersih dan menghilangkan bau tak sedap. Cara mencuci eceng gondok ini cukup disemprot dengan air bersih dan dirontokkan kotorannya dengan cara dibanting-banting.
Setelah bersih, selanjutnya adalah tahap pemilahan. Pemilahan antara daun dan batang ini diperlukan untuk mengklasifikasikan bahan yang akan digunakan sebagai pembuat tas atau kerajinan lainnya.
Setelah dipilah-pilah, maka eceng gondok mulai dikeringkan. Cara paling umum adalah eceng gondok dijemur di bawah terik sinar matahari.
Eceng gondok yang berupa daun biasanya dikeringkan begitu saja sampai benar-benar hilang kadar airnya. Sedangkan eceng gondok yang berupa batang biasanya dianyam terlebih dahulu setelah kering, sebelum digunakan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan.
Sebelum memotong dan membentuk anyaman yang telah dibuat, maka terlebih dahulu pengrajin perlu membuat pola produk yang akan dihasilkan, bisa membuat pola tas ataupun sepatu dan aksesori lainnya.
Terakhir adalah finishing ya. Dalam tahap ini biasanya dilakukan pengecekan ulang produk dan juga tahap akhir seperti pewarnaan dan lain-lain.
Banyak daerah di Jawa yang menjadi sentra anyaman eceng Gondok di daerah Kulon Progo, Solo, Klaten, Magelang, Kutoarjo, Purworejo, dan sekitarnya. Jika kamu ingin merasakan pengalaman langsung menganyam eceng gondok, kamu bisa langsung ke daerah-daerah tersebut ya.
Tentu saja, kamu bisa mendapatkan tiket perjalannya dengan mudah dan murah hanya melalui Traveloka. Pesan tiket pesawat, akomodasi, hingga rental mobil sekarang dan manfaatkan semua promo yang tersedia!
Baca juga: Kerajinan Khas Banten
Penginapan dan Hotel di Solo
Cari Hotel dengan prom...
Lihat Harga