Panduan Terbaru: Syarat Naik Pesawat untuk Anak yang Belum Punya KTP

Travel Bestie
17 Mar 2025 - 10 min read

Berencana melakukan perjalanan udara bersama anak, tetapi masih bingung dengan syarat naik pesawat untuk anak yang belum punya KTP? Jangan khawatir, karena panduan ini akan membantu kamu memahami aturan yang berlaku agar perjalanan bersama si kecil berjalan lancar. Setiap maskapai memiliki ketentuan tertentu, tetapi secara umum ada beberapa dokumen yang wajib disiapkan agar anak yang belum punya KTP tetap bisa naik pesawat tanpa hambatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui informasi lengkap mengenai syarat naik pesawat untuk anak yang belum punya KTP agar tidak ada kendala di bandara.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan panduan terbaru mengenai syarat naik pesawat untuk anak yang belum punya KTP, mulai dari dokumen yang harus disiapkan hingga aturan umum dari berbagai maskapai penerbangan. Dengan memahami ketentuan ini, kamu bisa menghindari masalah saat check-in dan memastikan perjalanan bersama anak tetap nyaman dan aman. Jadi, sebelum memesan tiket, pastikan kamu sudah mengetahui semua syarat naik pesawat untuk anak yang belum punya KTP agar perjalanan udara menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Apakah Anak yang Belum Punya KTP Bisa Naik Pesawat?

Anak yang belum memiliki KTP tetap bisa naik pesawat tanpa masalah, asalkan kamu sudah menyiapkan dokumen identitas pengganti yang sesuai. Dalam aturan penerbangan di Indonesia, anak yang belum berusia 17 tahun memang belum diwajibkan memiliki KTP, tetapi mereka tetap perlu menunjukkan dokumen resmi lainnya saat check-in di bandara.

Sebagai pengganti KTP, kamu bisa menggunakan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, atau kartu pelajar jika anak sudah memilikinya. Dokumen-dokumen ini akan menjadi bukti identitas yang diperlukan oleh maskapai dan petugas keamanan bandara. Saat memesan tiket, pastikan kamu memasukkan nomor identitas yang tertera pada dokumen tersebut. Jika dokumen tidak memiliki nomor identitas, kamu bisa menggunakan tanggal lahir anak dengan format hari-bulan-tahun (HHBBTTTT).

Saat hari keberangkatan, jangan lupa untuk membawa dokumen identitas dalam bentuk asli, karena petugas bandara akan memeriksa keasliannya sebelum anak bisa naik pesawat. Dengan memastikan semua persyaratan ini sudah dipenuhi, perjalanan kamu bersama anak akan lebih lancar tanpa kendala di bandara. Jika masih ragu mengenai aturan yang berlaku di maskapai yang kamu pilih, ada baiknya untuk menghubungi layanan pelanggan maskapai sebelum keberangkatan agar tidak ada kebingungan saat di bandara.

Discover flight with Traveloka

Sat, 19 Apr 2025

AirAsia Indonesia

Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 704.427

Sat, 5 Apr 2025

Super Air Jet

Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 499.700

Tue, 8 Apr 2025

Batik Air

Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 871.300

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Anak yang Belum Punya KTP

Jika anakmu belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akan naik pesawat, pastikan untuk menyiapkan beberapa dokumen identitas alternatif berikut:

1. Kartu Identitas Anak (KIA)

Jika anak kamu sudah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), dokumen ini bisa digunakan sebagai pengganti KTP saat naik pesawat. KIA merupakan identitas resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk anak di bawah usia 17 tahun yang belum memiliki KTP. Kartu ini memuat informasi penting seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta nomor induk kependudukan (NIK), sehingga bisa menjadi bukti identitas anak saat bepergian dengan pesawat.

KIA umumnya lebih praktis karena bentuknya mirip dengan KTP orang dewasa, sehingga mudah dibawa ke mana saja. Jika anak kamu belum memiliki KIA, kamu bisa mengurusnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat. Meski belum semua daerah mewajibkan KIA sebagai dokumen perjalanan, memiliki kartu ini bisa menjadi solusi yang lebih mudah dibandingkan membawa dokumen lain yang berukuran lebih besar seperti Kartu Keluarga atau akta kelahiran.

2. Akta Kelahiran

Akta kelahiran bisa menjadi dokumen identitas yang sah jika anak belum memiliki KTP atau KIA. Dokumen ini mencantumkan informasi resmi mengenai kelahiran anak, termasuk nama lengkap, tanggal lahir, tempat lahir, serta nama kedua orang tua. Karena dikeluarkan oleh pemerintah, akta kelahiran diakui sebagai dokumen resmi yang bisa digunakan saat check-in di bandara untuk membuktikan identitas anak.

Jika kamu menggunakan akta kelahiran sebagai dokumen perjalanan, sebaiknya bawa yang asli untuk menghindari kendala saat pemeriksaan di bandara. Namun, jika kamu khawatir dokumen asli rusak atau hilang, kamu juga bisa membawa salinan yang telah dilegalisasi. Pastikan akta kelahiran dalam kondisi baik dan mudah diakses saat dibutuhkan, agar proses check-in dan pemeriksaan keamanan berjalan lancar.

3. Kartu Pelajar

Jika anak kamu sudah bersekolah dan memiliki kartu pelajar, dokumen ini juga bisa digunakan sebagai identitas saat naik pesawat. Kartu pelajar umumnya mencantumkan nama lengkap, foto, serta informasi sekolah, yang bisa membantu petugas bandara dalam memverifikasi identitas anak. Beberapa maskapai memperbolehkan kartu pelajar sebagai alternatif dokumen identitas, terutama untuk penerbangan domestik.

Namun, pastikan kartu pelajar anak masih berlaku dan dalam kondisi baik. Jika kartu pelajar tidak mencantumkan informasi lengkap seperti tanggal lahir atau NIK, sebaiknya tetap membawa dokumen tambahan seperti Kartu Keluarga atau akta kelahiran sebagai cadangan. Dengan menyiapkan lebih dari satu dokumen, kamu bisa menghindari potensi kendala saat check-in dan memastikan perjalanan tetap nyaman.

4. Kartu Keluarga (KK)

Kartu Keluarga (KK) bisa menjadi dokumen yang sangat berguna saat anak yang belum memiliki KTP ingin naik pesawat. KK mencantumkan seluruh data anggota keluarga, termasuk nama lengkap, tanggal lahir, dan NIK anak. Karena bersifat resmi dan diterbitkan oleh pemerintah, dokumen ini bisa digunakan untuk memverifikasi identitas anak saat check-in di bandara.

Namun, karena ukuran KK yang lebih besar dibandingkan dokumen lain seperti KIA atau kartu pelajar, pastikan kamu membawa versi yang sudah difotokopi atau disimpan dalam bentuk digital untuk memudahkan akses. Jika membawa salinan cetak, sebaiknya pastikan dokumen tersebut dalam kondisi jelas dan tidak rusak, agar petugas bandara bisa memverifikasi data dengan mudah.

5. Paspor

Jika perjalanan yang kamu lakukan adalah penerbangan internasional, anak wajib memiliki paspor sebagai identitas resmi. Paspor menjadi dokumen utama yang digunakan untuk perjalanan ke luar negeri, dan setiap individu, termasuk anak-anak, harus memiliki paspor mereka sendiri. Pastikan paspor anak masih berlaku sesuai dengan ketentuan negara tujuan, karena beberapa negara memiliki aturan khusus mengenai masa berlaku paspor minimal sebelum masuk ke wilayah mereka.

Untuk mengurus paspor anak, kamu bisa datang ke kantor imigrasi dengan membawa dokumen pendukung seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, serta KTP orang tua. Karena proses pembuatan paspor memerlukan waktu, sebaiknya ajukan permohonan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Dengan memiliki paspor yang valid, anak bisa bepergian ke luar negeri tanpa kendala administratif, dan perjalanan menjadi lebih nyaman serta aman.

Sebelum berangkat, pastikan semua dokumen tersebut dalam kondisi baik dan mudah diakses saat diperlukan. Dengan menyiapkan dokumen-dokumen ini, perjalanan anak akan lebih lancar dan bebas hambatan.

Aturan Syarat Naik Pesawat untuk Anak di Berbagai Maskapai

Setiap maskapai penerbangan memiliki aturan khusus terkait syarat naik pesawat untuk anak-anak, terutama bagi mereka yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Berikut adalah beberapa ketentuan dari berbagai maskapai di Indonesia:

1. Garuda Indonesia

Jika kamu berencana terbang bersama anak menggunakan Garuda Indonesia, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan. Untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 hari, maskapai ini tidak mengizinkan penerbangan demi alasan keselamatan. Sementara itu, bayi berusia 2 hingga 7 hari diperbolehkan naik pesawat, tetapi dengan syarat harus memiliki surat izin medis atau Medical Information Form (MEDIF) yang menyatakan bahwa bayi dalam kondisi sehat untuk terbang. Selain itu, orang tua atau wali juga harus memberikan surat pernyataan tanggung jawab atas keselamatan bayi selama penerbangan.

Untuk anak berusia lebih dari 7 hari hingga 2 tahun, penerbangan diperbolehkan tanpa syarat tambahan. Namun, setiap bayi harus didampingi oleh satu penumpang dewasa yang bertanggung jawab penuh selama perjalanan. Jika kamu membawa bayi, pastikan kamu memahami kebijakan ini agar perjalanan bisa berjalan lancar tanpa kendala saat check-in di bandara.

Jika kamu memilih terbang dengan Citilink, aturan bagi anak dan bayi cukup jelas. Bayi yang berusia di bawah 2 tahun diperbolehkan naik pesawat dengan syarat harus didampingi oleh satu orang dewasa. Selain itu, selama penerbangan, bayi harus dipangku dan tidak diperbolehkan duduk sendiri di kursi pesawat.

Dari segi biaya, Citilink menerapkan tarif khusus untuk bayi, yaitu sebesar 10% dari harga tiket penumpang dewasa. Meskipun harganya lebih murah, penting untuk memastikan bahwa kamu sudah menyiapkan semua dokumen perjalanan yang dibutuhkan, seperti akta kelahiran atau Kartu Keluarga, agar proses check-in berjalan lancar.

3. Lion Air dan Batik Air

Jika kamu menggunakan maskapai Lion Air atau Batik Air, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait aturan naik pesawat untuk anak. Bayi yang baru lahir hingga usia 2 hari tidak diperbolehkan terbang. Sementara itu, bayi yang berusia antara 3 hingga 7 hari masih bisa naik pesawat, tetapi harus menyertakan surat izin medis dari dokter spesialis anak. Surat ini harus dikeluarkan maksimal tiga hari sebelum keberangkatan dan menyatakan bahwa bayi dalam kondisi sehat untuk melakukan perjalanan udara.

Untuk anak berusia di atas 2 tahun, mereka akan dikenakan tarif penuh, sama seperti penumpang dewasa. Jika kamu membawa stroller, Lion Air dan Batik Air mengizinkan kamu untuk membawanya ke dalam kabin tanpa biaya tambahan, sehingga lebih praktis jika anak kamu masih membutuhkan stroller selama perjalanan.

4. AirAsia

Jika kamu bepergian dengan anak menggunakan AirAsia, ada beberapa kebijakan yang perlu diperhatikan. Bayi yang berusia di bawah 2 tahun wajib dipangku oleh penumpang dewasa sepanjang penerbangan. Setiap orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi untuk alasan keselamatan. Jika kamu bepergian dengan lebih dari satu bayi, maka kamu perlu membawa pendamping dewasa tambahan untuk memastikan setiap bayi didampingi dengan baik.

AirAsia juga memiliki kebijakan khusus terkait stroller. Berbeda dengan beberapa maskapai lain yang mengizinkan stroller masuk ke dalam kabin, AirAsia mewajibkan stroller untuk dimasukkan ke dalam bagasi. Selain itu, AirAsia menetapkan tarif tiket bayi 10% dari harga tiket penumpang dewasa per penerbangan, jadi pastikan kamu memperhitungkan biaya tambahan ini sebelum memesan tiket.

5. Super Air Jet

Jika kamu menggunakan Super Air Jet untuk bepergian bersama bayi, ada satu hal penting yang harus kamu perhatikan. Bayi yang berusia antara 3 hingga 7 hari hanya boleh terbang jika memiliki surat keterangan medis yang menyatakan bahwa mereka dalam kondisi sehat untuk bepergian dengan pesawat. Surat ini harus diperoleh sebelum keberangkatan dan ditunjukkan kepada petugas maskapai saat check-in di bandara.

Selain aturan tersebut, Super Air Jet juga mengharuskan bayi untuk selalu dalam pengawasan orang tua atau pendamping dewasa selama penerbangan. Meskipun maskapai ini masih tergolong baru, kebijakan yang diterapkan cukup serupa dengan maskapai lain yang sudah lebih lama beroperasi di Indonesia yaitu 10% dari harga tiket penumpang dewasa per penerbangan

Setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda terkait syarat naik pesawat untuk anak, terutama bagi mereka yang masih bayi atau belum memiliki KTP. Untuk memastikan perjalanan berjalan lancar, pastikan kamu sudah memahami kebijakan maskapai yang akan digunakan, termasuk dokumen yang harus disiapkan, ketentuan pendampingan, hingga aturan terkait tarif tiket. Jika perlu, hubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terbaru sebelum keberangkatan agar tidak ada kendala saat check-in atau boarding.

Tips agar Perjalanan Bersama Anak Lancar dan Bebas Hambatan

1. Siapkan Dokumen Perjalanan dengan Lengkap dan Rapi

Sebelum melakukan perjalanan udara bersama anak, hal pertama yang perlu kamu pastikan adalah semua dokumen perjalanan sudah siap. Jika anak kamu belum memiliki KTP, beberapa maskapai tetap mengizinkan mereka terbang dengan dokumen pengganti seperti Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, atau kartu pelajar. Pastikan kamu mengecek kebijakan maskapai yang akan digunakan, karena beberapa di antaranya mungkin meminta dokumen tambahan, seperti surat izin terbang dari dokter untuk bayi berusia kurang dari 7 hari.

Untuk menghindari kerepotan saat check-in atau pemeriksaan di bandara, sebaiknya simpan semua dokumen penting dalam satu tempat yang mudah dijangkau, seperti dompet khusus dokumen atau kantong dalam tas tangan. Dengan begitu, kamu tidak perlu membongkar barang bawaan hanya untuk mencari satu lembar dokumen. Persiapan yang matang akan membuat proses keberangkatan lebih lancar dan mengurangi potensi hambatan di bandara.

2. Pilih Waktu Penerbangan yang Tepat untuk Anak

Waktu penerbangan bisa sangat berpengaruh pada kenyamanan anak selama perjalanan. Jika memungkinkan, pilih jadwal yang sesuai dengan rutinitas harian anak agar mereka tidak merasa terganggu. Misalnya, jika anak kamu terbiasa tidur siang, memilih penerbangan di sekitar jam tersebut bisa membantu mereka tidur lebih nyenyak di pesawat. Sebaliknya, jika anak cenderung lebih aktif di siang hari, penerbangan pagi atau sore bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Selain itu, hindari penerbangan yang terlalu pagi atau larut malam jika anak sulit beradaptasi dengan perubahan jadwal. Jika kamu harus transit, pastikan ada cukup waktu di antara penerbangan agar anak tidak kelelahan. Jangan lupa untuk mengecek durasi penerbangan dan kemungkinan turbulensi, karena ini juga bisa memengaruhi kenyamanan anak, terutama bagi yang baru pertama kali naik pesawat.

3. Bawa Barang-Barang Esensial dalam Tas Kabin

Saat bepergian bersama anak, pastikan kamu membawa semua kebutuhan mereka dalam tas kabin agar mudah diakses selama penerbangan. Untuk bayi dan balita, beberapa barang yang wajib dibawa antara lain popok, tisu basah, susu formula, botol susu, pakaian ganti, serta selimut kecil untuk kenyamanan mereka. Jika anak sudah lebih besar, bawa camilan sehat, minuman, serta mainan atau buku cerita yang bisa mengalihkan perhatian mereka selama perjalanan.

Selain barang-barang tersebut, penting juga untuk membawa obat-obatan pribadi jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu. Perubahan tekanan udara saat lepas landas dan mendarat bisa membuat telinga anak terasa tidak nyaman, jadi siapkan sesuatu yang bisa dikunyah, seperti permen atau biskuit, untuk membantu mengurangi efek tersebut. Dengan membawa perlengkapan yang memadai, kamu bisa memastikan anak tetap nyaman dan tenang sepanjang penerbangan.

4. Pilih Pakaian yang Nyaman dan Mudah Digunakan

Kenyamanan anak selama perjalanan udara sangat dipengaruhi oleh pakaian yang mereka kenakan. Pilihlah pakaian berbahan lembut dan ringan agar anak tidak merasa gerah atau tidak nyaman selama duduk dalam waktu lama. Jika perjalanan menuju tempat dengan suhu yang berbeda, bawalah jaket atau selimut kecil untuk berjaga-jaga agar anak tetap hangat saat dibutuhkan.

Selain itu, gunakan pakaian yang praktis dan mudah dikenakan kembali, terutama jika anak masih menggunakan popok atau sering harus ke toilet. Hindari pakaian dengan banyak kancing atau aksesori yang bisa merepotkan saat harus mengganti baju di pesawat. Dengan memilih pakaian yang tepat, anak bisa merasa lebih nyaman dan perjalanan pun akan terasa lebih menyenangkan.

5. Ciptakan Suasana yang Nyaman agar Anak Tetap Tenang

Naik pesawat bisa menjadi pengalaman baru yang cukup menegangkan bagi anak, terutama jika ini adalah pertama kalinya mereka terbang. Untuk mengurangi kecemasan, kamu bisa menjelaskan kepada anak apa yang akan terjadi selama perjalanan, seperti bagaimana suara pesawat saat lepas landas, apa yang akan mereka lihat dari jendela, dan bagaimana rasanya duduk di kabin dalam waktu yang lama.

Jika anak mulai merasa bosan atau gelisah, cobalah untuk mengalihkan perhatian mereka dengan permainan, cerita, atau tontonan yang mereka sukai. Beberapa maskapai juga menyediakan hiburan dalam pesawat yang bisa membantu anak tetap terhibur. Jika anak rewel, tetaplah tenang dan jangan ragu untuk mengajak mereka berjalan sebentar di lorong pesawat jika situasi memungkinkan. Dengan pendekatan yang sabar dan fleksibel, perjalanan udara bersama anak bisa menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan bebas hambatan.

Dengan persiapan yang matang dan sikap yang tenang, perjalanan bersama anak bisa menjadi pengalaman yang lebih lancar dan menyenangkan. Pastikan kamu memeriksa kembali semua kebutuhan sebelum berangkat agar perjalanan udara terasa lebih nyaman bagi kamu dan anak.

Agar liburanmu semakin lancar dan nyaman, pastikan semua kebutuhan perjalanan sudah siap sebelum berangkat. Traveloka bisa membantumu merencanakan perjalanan dengan lebih praktis! Kamu bisa memesan tiket pesawat dengan berbagai pilihan maskapai dan harga terbaik, serta menemukan hotel sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu. Jangan lupa untuk menjelajahi berbagai atraksi wisata menarik dengan pemesanan tiket masuk yang mudah di Traveloka.

Selain itu, Traveloka juga menyediakan layanan tiket kereta api, antar jemput bandara, dan rental mobil bagi kamu yang ingin bepergian dengan lebih fleksibel, serta pilihan shuttle dan bus untuk transportasi yang lebih hemat. Tak hanya itu, kamu juga bisa melengkapi perjalanan dengan berbagai layanan tambahan seperti asuransi perjalanan, kartu SIM, hingga pelengkap wisata lainnya agar perjalananmu semakin nyaman dan menyenangkan. Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan perjalananmu sekarang juga dengan Traveloka dan nikmati pengalaman liburan yang tak terlupakan!

Dalam Artikel Ini

• Apakah Anak yang Belum Punya KTP Bisa Naik Pesawat?
• Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Anak yang Belum Punya KTP
• 1. Kartu Identitas Anak (KIA)
• 2. Akta Kelahiran
• 3. Kartu Pelajar
• 4. Kartu Keluarga (KK)
• 5. Paspor
• Aturan Syarat Naik Pesawat untuk Anak di Berbagai Maskapai
• 1. Garuda Indonesia
• 2. Citilink
• 3. Lion Air dan Batik Air
• 4. AirAsia
• 5. Super Air Jet
• Tips agar Perjalanan Bersama Anak Lancar dan Bebas Hambatan
• 1. Siapkan Dokumen Perjalanan dengan Lengkap dan Rapi
• 2. Pilih Waktu Penerbangan yang Tepat untuk Anak
• 3. Bawa Barang-Barang Esensial dalam Tas Kabin
• 4. Pilih Pakaian yang Nyaman dan Mudah Digunakan
• 5. Ciptakan Suasana yang Nyaman agar Anak Tetap Tenang

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Sat, 19 Apr 2025
AirAsia Indonesia
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 704.427
Pesan Sekarang
Sat, 5 Apr 2025
Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 499.700
Pesan Sekarang
Tue, 8 Apr 2025
Batik Air
Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 871.300
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan