Homestaynya masuk gang, tidak recommended untuk yang bawa koper atau barang banyak, lebih cocok untuk backpacker. Gang masuknya juga sempit banget hanya bisa 1 motor, jadi harus turun dipinggir jalan terus jalan ke dalam gang, kebayang kan gimana repotnya kalo bawa barang banyak? Lingkungan homestay juga berisik, saya sampai kebangun terus karena mengira hari sudah pagi akibat mendengar orang-orang yang ngobrol gak berhenti-henti. Mulai dari suara tv sampai suara anak kecil dan orang dewasa, semua jadi satu, fyi kita tinggal serumah yaa sama pemiliknya, jadi suasana nya ramai sekali, benar-benar seperti menumpang di rumah orang asing. Big no untuk kalian yang introvert dan butuh suasana tenang untuk istirahat. Kamarnya juga sempit, kasurnya bau nya aneh dan agak keras, pintu kamar susah ditutup, belum buka koper saja sudah susah mau bergerak🥲 seperti kebesaran kasur. Iya saya tau ini homestay, tidak bermaksud “ngelunjak”, tapi dengan harga 200ribu lebih setidaknya tolong ditingkatkan lagi, contohnya penyediaan botol air mineral di kamar atau sabun dan shampoo. Poin plus nya hanya owner yang sangat ramah dan baik, juga menyediakan sarapan yaitu roti dan teh hangat, saya juga dijemput saat tiba di Jogja dan tidak dikenakan biaya lagi, lokasi juga dekat dengan malioboro.